//
Ketika sudah membeli Software Toko , salah seorang user kami bertanya:

“Kenapa stok saya dianggap minus, padahal saya sudah input jumlahnya”

OK, begini, ketika sudah memakai Software Toko, ada beberapa step dasar yang harus diperhatikan:

1. Daftar Item Barang

Jika Software masih baru dipakai , tentunya List Daftar Barang masih kosong.

Oleh karena itu harus diinputkan dahulu Item Barang yang akan dijual.

Metodenya  bisa dengan cara input manual atau dengan sistem export dari Microsoft Excel.

Data item barang yang diperlukan biasanya Kode Barang yang unique, Nama Barang, Jenis , Satuan, Nama supplier, Harga Pokok , Harga Jual dll

Beberapa Software Toko menambahkan fitur levelisasi harga bertingkat, Harga berdasarkan Qtty Penjualan, Harga berdasarkan satuan (lusin/pack/pcs)

Ada pula Software Toko yang memberikan fitur Rakitan/Paket Jual.

Misalnya: toko busana muslim menyediakan Paket Cantik yang terdiri dari : Gamis, Jilbab dab Bandana  , dimana setiap item barang tersebut juga dijual dalam eceran/terpisah.

2. Pembelian 

Pembuatan PO Pembelian diperlukan untuk menambah stok item barang. Di sini akan diketahui bahwa item barang X pada tgl Y diambil dari supplier Z sebanyak A pcs dengan harga beli saat itu B rupiah .

3. Penjualan

Di sini terjadinya penjualan. Yang biasanya memuat data pelanggan, item barang yang dibeli & berapa banyak/qtty, biaya lain-lain/biaya kirim,discount,nama sales yang melakukan penjualan, pembayaran tunai atau kredit.

Penjualan sendiri dibagi menjadi 2, yaitu penjualan langsung lewat kasir(cash and carry) dan Penjualan dengan menerbitkan Faktur Penjualan, surat jalan, dan label alamat.

Untuk toko online, pencetakan label alamat akan mengefisiensikan pekerjaan karena tidak perlu 2x kerja : menulis alamat tujuan dan alamat pengirim.

4. Laporan-laporan

Laporan-laporan meliputi (diantaranya) Laba Rugi, Penjualan per item, Komisi sales, Pembelian ke supplier, hutang-piutang , Neraca dll

Dimana laporan merupakan ringkasa dari transaksi yang telah terjadi.

Pada kasus user kami di atas, terjadinya stok minus karena beliau membuat PO pembelian ke Supplier atau belum memasukkan data jumlah Stok Awal Barang.

Advertisements